The Traveler: Sang Mafia Ikut Berwisata, Filmnya Jadi Cokelat Semua.

 

8. Take a look at the Suramadu National Bridge

Selebihnya, The Traveler hanyalah movie bernuansa cokelat yang berusaha mempertemukan mata turis, mata detektif, dan mata penonton, dan tetaplah movie jalan-jalan seru yang berusaha lucu tapi tampak buntu. Mengembangkan dan melestarikan Movie theater Poetica untuk belajar lebih seksama. Dari 2009 sampai 2011 aktif sebagai pengurus literasi dan lokakarya di bioskop komunitas Kinoki. Alumni tempat wisata kajian movie dan media di Korea National University of Arts, juga peserta Berlinale Ability School untuk kritik movie pada 2012.

3. The Glamour of the Elegance Raja Ampat Island in Papua

  • Selebihnya, The Traveler hanyalah film bernuansa cokelat yang berusaha mempertemukan mata turis, mata detektif, dan mata penonton, dan tetaplah film jalan-jalan seru yang berusaha lucu tapi tampak buntu.
  • Mengembangkan dan melestarikan Movie theater Poetica untuk belajar lebih seksama.
  • Meskipun masih ragu, ia mencoba menggabungkan close-ending dan open-ending sekaligus sehingga penonton bisa memilih lebih suka ending yang mana; yang terang ataukah yang remang.
  • Satu hal yang membuat saya tertarik terhadap The Traveler adalah eksperimentasinya yang unik terhadap finishing cerita.
  • Sekarang mengajar movie di Universitas Multimedia Nusantara.

Pernah menulis untuk beberapa media seperti The Jakarta Message, filmindonesia.or.id, Fovea Magazine, dan publikasi Udine Far East Film Festival. Sekarang mengajar film di Universitas Multimedia Nusantara.

Satu hal yang membuat saya tertarik terhadap The Vacationer adalah eksperimentasinya yang unik terhadap ending cerita. Meskipun masih ragu, ia mencoba menggabungkan close-ending dan open-ending sekaligus sehingga penonton bisa memilih lebih suka ending yang mana; yang terang ataukah yang remang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *